Selasa, 21 Februari 2012

khotbah sholat idd


Hadirin sekalian jama’ah ‘Iedil Adha  yang berbahagia.

Maha Agung dan Maha Besar Allah, milikNya kerajaan langit dan bumi, tidak ada ilah (sesembahan) yang benar selain Dia, dan hanya kepadaNya tertuju segala pujian dan sanjungan . Seluruh kegembiraan kita hari ini, kehadiran  kita di tempat ini dan kekuatan kita saat ini merupakan anugerah dan kurniaNya. Takbir, Tahlil dan Tasbih berkumandang dan terucap dari mulut-mulut kita merupakan pengakuan kita yang paling dalam akan kebesaran, keagungan dan kekuasaanNya.

Hari ini 10 Dzulhijjah 1425 H. merupakan bagian dari hari-hari  terbaik bagi kita yang paling disukaiNya.Sabda Nabi :

“ Sebaik-baik hari di dunia ini adalah hari-hari 10 (awal Dzulhijjah) [Dishahihkan oleh Syeikh Al Bani]


Jika amal kebaikan dikerjakan pada hari ini maka itu lebih disenangiNya daripada amalan tersebut pada waktu yang lain bahkan yang  lebih dari itu.Imam Bukhari rah. meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda:

“ Tidak ada hari yang amal sholeh dikerjakan pada hari itu yang lebih disukai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh awal dari bulan Dzulhijjah). Para shahabat bertanya:  Ya Rasulullah tidak juga jihad fi sabillah.
Beliaupun menjawab:  Tidak juga jihad di jalan Allah kecuali jika seseorang keluar (jihad fi sabilillah) dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali lagi ( mati syahid). Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim telah memberikan kesempatan itu kembali kepada kita saat ini
dan tinggal kita sekarang hendaknya memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh  untuk mendapatkan kebaikan yang dijanjikanNya. Sabda Nabi saw :

“Sesungguhnya Allah memiliki pemberian (anugerah) di antara hari-hari di dunia ini kemudian ditawarkan kepada kalian. Dan sekiranya  seseorang dari kalian itu mendapatkannya maka dia tidak akan sengsara setelah itu selamanya“ (Shahihul Jami’)
Al Hafizh Ibnu Hajar rah. menyatakan bahwa kemuliaan yang ada pada hari-hari tersebut
karena terkumpulnya beberapa amalan yang besar (ummahatul ‘ibadah) dan special sekali
seperti ibadah haji dan berkurban serta ibadah yang lain. Keberadaan ibadah tersebut
tidaklah bisa kita lupakan dan pisahkan dengan sejarah yang melingkupinya terutama tentang Nabi Ibrahim as. dan keluarganya. Kisah mereka yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur-an menjadi ibroh, pelajaran dan bimbingan  yang amat berharga bagi umat ini sehingga Nabi saw sendiri diperintahkan mengikuti agama beliau as., sebagaimana firman Allah:

“ Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutlah agama Ibrahim yang hanif. Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah” (an Nahl: 123) 
 Kelurusan agamanya telah tercermin dalam keteguhan dan keyakinan beliau dalam menjalankan perintah Rabbnya, keberanian dan ketabahan dalam menghadapi para penentang kebenaran serta kesabaran dan kasih sayangnya terhadap umatnya merupakan harga yang pantas baginya untuk menyandang gelar Khalilullah. Mencintainya adalah keharusan dan membenci beliau adalah merupakan kebodohan yang nyata. Firman Allah:

“Dan tidak ada yang benci kepada millah (agama) Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri …” ( Al Baqarah: 130).

 Hadirin sekalian  jama’ah shalat ‘Idul Adha rahimakumullah.

Nabi Ibrahim as.diutus Allah untuk menyeru kaumnya  kepada jalan Allah dan pengesaanNya dalam peribadatan di kala mereka telah menjadikan patung-patung sebagai sesembahan. Beliau telah menegakkan hujjah (alasan) yang kuat dan  burhan (bukti) nyata
akan kekeliruan mereka yang telah dipecundang oleh hawa nafsu dan syetan serta taklid buta mereka terhadap nenek moyang mereka. Keteguhan dan keberanian beliau mengatakan kebenaran merupakan pelajaran yang berharga bagi kita sehingga kita diperintah untuk berqudwah (bercermin dengan beliau) sebagaimana firman Allah :

 “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama  dia;Ketika mereka berkata kepada kaum mereka:  Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran kalian) dan telah nyata antara kami dan kalian  permusuhan dan kebencian buat  selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. (Al Mumtahanah:4)

 Hadirin sekalian ikhwani fiddin,

Inilah pilar da’wah yang beliau pegang dan jalankan walaupun mendapat tentangan dan cacian dari ayahnya sendiri, kaumnya bahkan siksaan dari raja yang lalim :

1. Mengikhlaskan segala bentuk peribadatan hanya kepada Allah semata.
2. Berlepas diri dari kesyirikan dan berlepas diri dari para pelakunya.

Inilah juga perjuangan yang diusung seluruh para Nabi dan Rasul yang lain dengan tetesan keringat, darah bahkan nyawa, karena tauhid adalah sang penyelemat dan tidak akan pernah benar/lurus tauhid seseorang sampai dia menjauhi syirik dan syirik adalah kedzoliman yang besar dan penyebab murka Allah di Dunia dan Akhirat.Dari Jabir ra.  Nabi saw. bersabda :

“Barangsiapa yang bertemu dengan Allah  dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu niscaya dia akan masuk surga dan barangsiapa yang bertemu denganNya dan dia telah mempersekutukanNya dengan sesuatu dia akan masuk neraka. (HR. Muslim)

 Iblis dan balatentaranya terus akan menyesatkan dan menjatuhkan umat manusia dalam kubangan nista kesyirikan sehingga selalu kita dapati mereka yang terus berusaha melegalisasikan bahkan mensosialisasikan kegiatankesyirikan dengan berbagai alasan yang tidak bisa diterima dengan akal dan syara’ seperti perayaan- perayaan di kuburan, meminta pertolongan dan bernazar dengan ahli kubur, meninggikan dan membangun bangunan (kubah) di atas kubur. Dan sejarah telah membuktikan bahwa kesyirikan itu bermula dari pengagungan yang berlebihan (ghuluw/kultus individu) kepada orang –orang sholih dikalangan mereka sehingga Rasulullah saw sendiri telah memberikan warning (peringatan) yang berhargapada akhir hayatnya supaya jangan menjadikan kubur Beliau sebagai  tempat ‘ied (tempat perayaan) dan sabda beliau saw pada moment yang lain :  
Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur-kubur Nabi mereka danorang-orang sholih sebagai masjid (tempat ibadah). Ingatlah jangan kalian jadikan kubur sebagai masjid karena aku telah melarang kalian. (HR. Muslim)

Bersihkan diri kita dari segala bentuk kesyirikan  dan selalu berdo’a seperti permohonan Khalilulloh Ibrahim as.dalam Al Qur-an :

 “ … Hindarkan aku dan keturunanku dari menyembah patung (selain Allah)”
Tauhid yang lurus dan aqidah yang kuat adalah pondasi awal yang memberikan pengaruh yang penting bagi seseorang untuk meniti dan menentukan jalan hidupnya sebagai hamba Allah sejati Kekokohan pondasi itu yang akan melahirkan amalan-amalan  yang baik lagi berkualitas dan membawanya kepada kemuliaan (‘izzah) sebagaimana perkataan Salman al Farisi radhiyallahu’anhu :

“Bumi (tempat ia berpijak) tidak akan memberikan kemuliaan kepada seseorang,

 namun yang menyebabkan kemuliaan itu adalah amal perbuatannya. “Ibrahim as. dan keluarganya telah mendapatkan kemulian dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah dengan kualitas amal ketaatan yang mengagumkan.dan menakjubkan.Ingatlah ketika beliau as. membawa isterinya Hajar ke tempat yang kering, tandus dan gersang atas perintah Tuhannya. Berat terasa olehnya untuk meninggalkan isteri tercintanya di tempat itu  apalagi dalam keadaan mengandung, namun sang isteri yang memiliki keimanan yang kuat  lagi kokoh itu hanya butuh satu jawaban saja dari suaminya itu  yakni  apakah ini perintah Allah?
Setelah diiyakan diapun menyuruh suaminya meninggalkannya  dan membesarkan hati suaminya bahwa Allah tidak akan membiarkannya.  Inilah profil seorang istri yang taat kepada Allah  dan suaminya. Begitu juga ketika Nabi Ibrahim as. diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya Isma’il melalui mimpi*).Setelah dia menceritakan kepada anaknya hal tersebut, lagi-lagi perkataan yang keluar dari anak tersebut mirip dengan apa yang ditanyakan ibunya yakni “ Apabila ini perintah Allah maka jalankanlah dan insya Allah aku termasuk orang yang sabar.”  Dia tidak bertanya lagi mengapa Allah memerintahkan seperti itu? Namun jawaban itu sudah cukup baginya.  Benar apa yang dikatakan oleh Ulama Salaf  terdahulu  angan kamu bertanya kenapa Allah memerintahkan ini? Tapi katakanlah  apa yang diperintahkan Allah kepadaku? Wahai orang yang mengaku sebagai orang yang beriman dari umat terbaik, berapa banyak perintah Allah yang telah jelas bagi kita yang telah kita tinggalkan, berapa banyak laranganNya yang kita langgar  dan batasan-batasanNya yang kita hancurkan padahal kita sadar berada di bumi Allah,di bawah langitNya, menghirup udara milikNya dan tidak bisa hidup tanpa ni’mat dan kurniaNya.*)  Ingat bahwa mimpi bagi para Nabi adalah wahyu seper ti sabda Nabi saw.
“Mimpi para Nabi adalah Wahyu” bukan seperti mereka yang menjadikan mimpi sebagai sumber syari’at atau menambahnya Berapa banyak  orang yang meninggalkan sholat  bukan karena dia tidak mendengar adzan, berapa banyak yang meninggalkan puasa dan menahan zakat  bukan karena belum tahu.Bukan matanya yang buta atau telinganya yang tuli tapi hatinya yang tidak berfungsi.Jauh dan sungguh jauh kita dari qudwah/ teladan Nabi Ibrahim, isteri dan anaknya.

Hadirin, ….

Secara individu mereka telah menunjukkan ketauladanan dan secara kolektif mereka merupakan figur keluarga muslim hakiki. Keluarga yang  membangun pondasinya dalam nilai-nilai agama akan menjadikan mereka saling memberi dan menyokong  dalam kebenaran dan ketaatan. Sehingga rumah mereka diliputi dengan sakinah, berkah dan rahmat. Dan akan keluar dari pintu-pintu rumah mereka generasi penerus yang diberkati. Berkata Ibnu Qayyim rahimahullah: “ Inilah rumah yang diberkati dan disucikan (keluarga Ibrahim) rumah/keluarga terbaik di alam ini secara mutlak ,sehingga tidaklah seorang Nabi yang diutus setelah beliau melainkan dari ahli baitnya (keturunannya).Dan setiap kekasih Allah yang masuk surga setelah beliau dikarenakan mengikuti jalan dan da’wah keluarga itu. Keluarga yang tidak memiliki komitmen pada agama dan kebenaran selalu akan diliputi gundah gulana dan kegelisahan dan tidak akan menjadikan mereka saling membantu dalam ketaatan dan ketakwaaan  bahkan saling membantu dalam dosa dan maksiat. Dan out putnya (hasilnya) adalah generasi yang bobrok dan brengsek (lost generasion) yang tidak bisa diharapkan.Keluarga sebagai komunitas terkecil dalam masyarakat dan wadah kehidupan yang paling mempengaruhi jiwa dan akhlak. Setiap individu di dalamnya hendaknya sadar bahwa setiap mereka memegang amanah dan peranan yang penting di dalam komunitas itu, dan mereka akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah.

 Jaman memang telah berubah, banyak hal yang baru telah terjadi yang tidak pernah ditemukan sebelumnya, kasus demi kasus datang dengan aneka ragam jumlahnya. Kondisi kita juga telah jauh berbeda dengan zaman Ibrahim, namun menapak jalan beliau adalah solusi yang teruji sepanjang zaman dan tempat.Jalan kaum muslimin adalah jalan yang penuh kemudahan  dan pertolongan  yang tidak akan memberatkan bagi yang lemah  dan tidak menyakitkan bagi yang sakit.

…..“Dia memilih kalian  dan tidaklah menjadikan kalian dalam beragama menjadi repot/susah yaitu millah (agama) Ibrahim …  (Al Hajj: 78).

Nasehat untuk wanita muslimah.

Wahai ukhti muslimah… 
Kalian adalah  muslimah dan mu’minah, yang mengalir keimanan dalam hati kalian, mencintai Allah dan Rasulnya… Kamu sekalian adalah hamba Allah yang diberikan harga diri,kesucian dan akal … Kami para lelaki diperintahkan Allah untuk menjaga dan menasihati kebaikan kepada kalian dengan sabda Beliau saw:

“ Berwasiatlah kebaikan kepada wanita”

Kalian memiliki peran besar dalam kehidupan laki-laki, baik kalian sebagai ibu, istri,saudara perempuan atau anak. Wahai permata-permata yang terjaga … Tanyakan pada diri kalian masing-masing sudahkah peran-peran ini kalian jalankan dengan hal yang diridhaiNya. Pantaskah seorang wanita yang memiliki sifat-sifat ini membuka auratnya,memakai minyak wangi yang menyengat di luar rumah, memakai pakaian yang pendek, tipis dan transparan?

Pantaskah wanita muslimah berhias, bersolek dan bergaya untuk selain suaminya? Berbicara ,tertawa, bercanda dengan teman-temannya di pasar atau keramaian dengan gaya yang menggoda?
Ridhakah kalian jika Allah melihat kalian melakukan perbuatan yang dilarangNya dan dilarang RasulNya tercinta saw. Bukankah Allah telah berfirman :

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang yang beriman untuk mengulurkan jilbab-jilbab mereka (Al Ahzab:59)

Ridhakah kalian menjadi salah satu perangkap-perangkap syetan? Tidakkah engkau sedih menjadi perangkap musuh-musuh Allah dan orang-orang kafir. Seorang dari mereka berkata : “Seorang wanita pesolek lebih merusakkan kaum muslimin daripada seribu mortir”.  Wahai wanita muslimah jawablah dan sadarlah …. 

Renungan.

Saudaraku sekalian …  sadarlah bahwa dunia ini tidak pernah bersih dari kesuraman-kesuraman dan sepi dari musibah-musibah yang bisa merenggut harta bahkan jiwa. Dengan mengingat kematian akan menjadikan manisnya dunia terasa pahit, banyaknya dunia menjadi sedikit, panjangnya dunia menjadi pendek dan kebahagiaannya menjadi kesedihan. Manusia tidak dapat memastikan panjang umurnya.dan akhir kehidupannya.  Hilangnya kerabat dan kematian teman menggetarkan perasaan hatinya.

Mati itu satu sedang sebabnya saja yang berbeda Berapa saat yang lalu kita ditimpa musibah besar yang menyedihkan dan menyakitkan, gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan gelombang badai Tsunami yang merenggut lebih dari ratusan ribu jiwa manusia. Musibah yang menghancurkan harta benda, melenyapkan jutaan cita-cita dan harapan,  dan menyebabkan jutaan permasalahan  yang diiringi dengan derai tangis dan kesedihan.
Namun dibalik jutaan musibah itu hendaknya kita mengambil jutaan hikmah dan pelajaran pula.Musibah bukan akhir dari segalanya yang membuat kita putus asa dan berburuk sangka kepada Allah.Kadang kesempitan daya pikir kita tidak mampu menangkap hikmah di balik musibah atau dibalik perintahNya. Hanya orang yang beriman yang mampu menyikapinya dengan baik Sabda Nabi saw:

“Dan sungguh menakjubkan perkara seorang mu’min. Seluruh perkaranya baik baginya  dan hal ini hanya terjadi pada seorang mu’min. Jika ia mendapatkan kesenangan dia bersyukur maka itu baik baginya dan apabila ditimpa musibah dia bersabar dan itu baik baginya” (HR.Muslim no.2999)
Apabila musibah-musibah menimpanya, dia menghadapinya dengan sabar dan ridha. Dan apabila datang maut menjemputnya dia melihatnya sebagai akhir dari segala kesusahan dunia dan sebuah start perjalanan ke kampung abadi. Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang tewas dalam musibah akbar itu diterima di sisi Allah sebagai syuhada.Sekarang saudara kita di Aceh dan sekitarnya benar-benar sedang diuji dengan musibah yang sangat berat.Mereka kehilangan ayah, ibu, anak, handai tolan, keluarga dan sanak famili. Rumah tempat tinggal mereka hancur berantakan, tidak ada tempat tidur yang nyaman, tidak ada makanan yang lezat dan tidak ada sarana kebersihan dan sanitasi yang layak yang mengundang permasalahan baru seperti wabah dan penyakit.  Mereka adalah saudara muslim kita yang merupakan bagian dari tubuh kita. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita juga, kesenangan mereka  adalah kebahagiaan kita juga.Negeri pertama yang dimasuki Islam dan tempat kerajaan Islam pertama  di negeri Nusantara ini sedang dilanda kesulitan dan kesusahan. Sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu mereka dengan kemampuan kita yang ada baik berupa harta, tenaga dan doa. Semoga mereka diberikan ketabahan untuk menghadapi ujian ini. Dan akhirnya kita berdo’a kepada Allah dengan menghadirkan hati dan penuh perasaan yang paling dalam :

Ya Rabbana, Tidaklah yang engkau ciptakan itu sia-sia Maha suci Engkau dan  peliharalah kami dari siksa neraka,Ya  Rabbana,    Janganlah siksa kami karena kealpaan dan kesalahan kami,Ya  Rabbana,  Jangan  bebankan kepada kami cobaan seperti yang kamu timpakan kepada orang-orang sebelum kami, Ya Rabbana, Jangan timpakan kami dengan apa yang kami tidak sanggup menanggungnya .Dan maafkan dan  ampunilah kami serta kasihilah kami, karena Engkau adalah majikan kami dan bantulah kami dari orang-orang  kafir. Amien.

BIO DATA KHATIB:

N a m a        :  Muhammad Marda Tarsyida

Tempat/ tgl lahir :  Amuntai,  3 September1977

Alamat :  Jl.Brigjend. H.Hasan Basri No. 07 RT.1 Kota Raden

   Amuntai  Telp.(0527) 62655 HP. 08195160089

Pekerjaan :  Swasta

Pendidikan :  PPI. Al Irsyad  Butuh Tengaran Salatiga  Jateng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar